http://smpislamboardingschool.blogspot.com/ 2014-12-29T08:23:56+00:00 Masjid Annisa sebagai sentral kegiatan SICC Boarding School | SICC Boarding School Masjid Annisa sebagai sentral kegiatan SICC Boarding School

Senin, 29 Desember 2014

Masjid Annisa sebagai sentral kegiatan SICC Boarding School

Tidak ada komentar :


Masjid Annisa yang megah sebagai sentral kegiatan SICC Boarding School

Masjid merupakan tempat suci yang digunakan umat muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allāh‎ Swt. Masjid didirikan untuk memenuhi hajat umat, khususnya kebutuhan spiritual. Saat ini, pembangunan masjid tidak hanya dipemukiman, tetapi juga disetiap lembaga pendidikan dalam hal ini, sekolah atau madrasah. Masjid merupakan tempat paling baik bagi kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan. Bahkan dalam penilaian akreditasi, masjid merupakan salah satu pendukungnya. Oleh karena itu, peranan masjid dalam lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah atau madrasah, benar-benar sangat diperlukan dalam arti untuk pelengkap sarana belajar.




Siswi SICC Boarding School selesai sholat dhuha

Kendati demikian, pemanfaatan masjid masih belum optimal. Bertambahnya jumlah masjid di Indonesia, termasuk di bangunnya masjid-masjid di sekolah, belum menunjukkan adanya peningkatan aktivitas keagamaan yang mencolok. Oleh karena itu, perlu diupayakan berbagai usaha untuk memakmurkannya. Akan tetapi, untuk memakmurkan masjid melalui optimalisasi peran dan fungsinya tidaklah mudah.

Tampak masjid Annisa dari asrama SICC

Setidaknya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain: mengaktifkan kepengurusan masjid, mengaktifkan kegiatan masjid, meningkatkan kepedulian terhadap amanah masjid, meningkatkan kualitas manajemen masjid, dan pemeliharaan fisik masjid.

Megahnya masjid Annisa yang bisa menampung 1000 jamaah SICC

Pentingnya masjid bagi umat Islam bagaikan jantung bagi manusia, karena dari masjidlah Rasulullah membangun peradaban Islam dan karakter umat Islam yang sebagai khalifah di muka bumi.
Sebagai tempat ibadah Masjid merupakan media seorang hamba berkomukasi dengan penciptanya dalam bentuk sholat. Walaupun Islam tidak membatasi bahwa sholat hanya di lakukan di Masjid (bumi merupakan masjid Allah di mana saja seorang muslim dapat melaksanakan sholat apabila telah datang waktunya) Nabi selalu menganjurkan umatnya agar senantiasa melaksanakan sholat berjamaah di masjid, terdapat banyak riwayat hadis yang menerangkan pentingnya sholat berjamaah. 

Pembacaan surat Waqiah SMP Islam Cendekia Cianjur Boarding School

Namun bagi kehidupan muslim Masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah seperti halnya gereja, pura dan lainnya, akan masjid merupakan sentral kehidupan umat Islam. Sebagai sentral kegiatan tentunya masjid mempunyai multifungsi: fungsi keagamaan, fungsi pendidikan, fungsi ekonomi, fungsi sosial fungsi politik dan lain sebagainya. Kalau kita melihat kembali ke zaman Rasulullah maka kita dapatkan bahwa Rasullah mengadakan berbagai kegiatan untuk kepentingan umat di Masjid.

Siswi pesantren modern SICC di masjid Annisa

Di bidang pendidikan, beliau senantiasa memberikan nasehat dan pelajaran di masjid, baik dilakukan setelah sholat maupun di luar waktu itu, waktu tersebut Rasulullah gunakan untuk membina mental para sahabat dan mengajarkan Islam kepada mereka. Dibidang politik Rasulullah sering sekali bermusyawarah kepada para sahabat untuk membicarakan persoalan umat di masjid, termasuk juga mengatur strategi peperangan melawan musuh dan banyak lagi kegiatan yang dilakukan Rasulullah yang dilakukan di masjid.


Pengajian rutin siswa SMP Islam berasrama SICC

Begitu pentingnya fungsi masjid bagi umat Islam hingga Rasulullah tatkala tiba di Quba dalam perjalanannya ke Madinah yang pertama di bangun adalah masjid (masjid Quba), dan ketika sampai di Madinah Rasulullah juga mendirikan masjid bersama para sahabat di salah satu tempat sahabat anshor (abu Ayub al-Anshori) sebelum membangun infrastruktur yang lainnya.

Masjid Annisa yang megah dan menawan di SMP Islam Cendekia Cianjur Boarding School

Salah satu unsur penting dalam struktur masyarakat Islam adalah masjid. Selain sebagai tempat ibadah sama halnya dengan gereja, pura, wihara dan yang lain sebagainya, masjid digunakan umat Islam untuk berbagai keperluan misalnya dibidang pendidikan, kegiatan sosial, ekonomi, pemerintahan dan lain-lain. Pada masa awal perkembangan Islam, yaitu pada zaman Rasullah, masjid merupakan pusat pemerintahan, kegiatan pendidikan, kegiatan sosial dan ekonomi. Sebagai kepada pemerintahan dan kepala Negara Muhammad SAW tidak mempunyai istana seperti halnya para raja pada waktu itu, beliau menjalankan roda pemerintahan dan mengatur umat Islam di Masjid, permasalahan-permasalahan umat beliau selesaikan bersama-sama dengan para sahabat di Masjid bahkan hingga mengatur strategi peperangan.

Tampak samping masjid Annisa

Tradisi ini kemudian tetap dilestarikan oleh para khulafaur Rasyidin dan khalifah-khalifah setelahnya, namun pada perkembanganya di bidang pemerintahan masjid hanya di jadikan symbol pemerintahan Islam, walaupun terletak biasanya di pusat pemerintahan berdampingan dengan pusat kekuasaan. Kemegahan sebuah masjid menjadi kebanggaan bagi penguasa, peninggalan-peninggalan tersebut masih kita dapati di berbagai tempat bekas kejayaan pemerintahan Islam, baik di Timur Tengah maupun di Eropa.

Interior dalam masjid Annisa SMP Islam Berasrama SICC

Dalam bidang pendidikan, Rasulullah menggunakan masjid untuk mengajarkan para sahabat agama Islam, membina mental dan akhlak mereka, seringkali dilakukan setelah sholat berjama’ah, dan juga dilakukan selain waktu tersebut. Masjid pada waktu itu mempunyai fungsi sebagai “sekolah” seperti saat ini, gurunya adalah Rasulullah dan murid-muridnya adalah para sahabat yang haus ilmu dan ingin mempelajari Islam lebih mendalam.
Shaf wanita masjid Annisa

Tradisi ini juga kemudian di ikuti oleh para sahabat dan penguasa Islam selanjutnya, bahkan dalam perkembangan keilmuan Islam, proses “ta’lim” lebih sering di lakukan di masjid, tradisi ini dikenal dengan nama “halaqah”, banyak ulama-ulama yang lahir dari tradisi halaqah ini. Tradisi ini diadopsi di Indonesia dengan model “Pesantren”, menurut sejarah berdirinya pesantren-pesantren di Indonesia dimulai dengan adanya kyai dan masjid.

Tangga menuju lantai utama masjid Annisa di SICC Boarding School

Pada perkembangan selanjutnya ketika proses ta’lim di adakan di sekolah/madrasah, tradisi halaqah masih tetap dilestarikan di berbagai tempat sebagai “madrasah non formal”. Namun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa tradisi ini merupakan cikal bakal berdirinya universitas-universitas Islam besar di dunia. Salah satu contohnya adalah al-Azhar di Mesir.


Modern, Indah dan bersih

Bagi SMP Islam Cendekia Cianjur (SICC) boarding school, masjid Annisa merupakan sentral seluruh kegiatan di kampus SICC. Dalam satu hari minimum 5 kali setiap murid berada di masjid untuk sholat wajib. Dengan kata lain masjid Annisa merupakan nadi dari kegiatan pesantren SICC.

Baitul Annisa pesantren SICC

Tidak ada komentar :

Posting Komentar